Kamis, 23 Oktober 2014

tugas kelompok bab V

NAMA KELOMPOK : IZMI ISTIANA 13211768
PUTRI WULANDARI 15211767
ULZPAH FAUZIAH 17211221
KELAS : 4EA18

BAB V
1. Syarat bagi Tanggung Jawab Moral
Ada tiga syarat penting bagi tanggung jawab moral. Pertama, tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa dituntut dari seseorang kalau ia bertindak dengan sadar dan tahu mengenai tindakannya itu serta konsekuensi dari tindakannya.
Syarat pertama bagi tanggung jawab moral atas suatu tindakan adalah bahwa tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional. Pribadi yang kemampuan akal budinya sudah matang dan dapat berfungsi secara normal. Pribadi itu paham betul akan apa yang dilakukannya.
Kedua, tanggung jawab juga mengandaikan adanya kebebasan pada tempat pertama. Artinya, tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas tindakannya, kalau tindakannya itu dilakukan secara bebas dan buakan dalam keadaan dipaksa atau terpaksa.
Ketiga, tanggung jawab juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu. Ia sendiri mau dan bersedia melakukan tindakan tersebut.
Berdasarkan ketiga syarat diatas, dapat disimpulkan bahwa hanya orng yang berakal budi dan punya kemauan bebas yang bisa bertanggung jawab atas tindakannya, dan karena itu relevan untuk menuntut pertanggungjawaban moral darinya.

2. Status Perusahaan
Perusahaan adalah sebuah badan hukum. Artinya, perusahaan dibentuk berdasarkan hukum tertentu dan disahkan dengan hukum atau legal tertentu. Karena itu, keberadaannya dijamin dan sah menurut hukum tertentu. Itu berarti perusahaan adal;ah bentukan manusia, yang eksistensinya diikat berdasarkan aturan hukum yang sah.
Sebagai badan hukum, perusahaan mempunyai hak-hak legal tertentu sebagaimana dimiliki oleh manusia. Misalnya, hak milik pribadi, hak paten, hak atas merek tertentu, dsb. Sejalan dengan itu, perusahaan juga mempunyai kewajiban legal untuk menghormati hak legal perusahaan lain. Sebagai badan hukum perusahaan mempunyai  hak dan kewajiban legal, tapi tidak dengan sendirinya berarti perusahaan juga mempunyai hak dan kewajiban moral.
De George secara khusus membedakan dua macam pandangan mengenai status perusahaan.
Legal-creator
            Melihat perusahaan sebagai sepenuhnya ciptaan hukum, dan karena itu ada hanya berdasarkan hukum. Menurut pandangan ini, perusahaan diciptakan oleh negara dan tidak mungkin ada tanpa negara.
Legal-recognition
Tidak memusatkan perhatian pada status legal perusahaan melainkan pada perusahaan sebagai suatu usaha bebas dan produktiif. Menurut pandangan ini, perusahaan terbentuk oleh orang atau kelompok orang tertentu untuk melakukan kegiatan tertentu dengan cara tertentu secara bebas demi kepentingan orang atau orang-orang tadi.
Karena, menurut pandangan kedua, perusahaan bukan bentukan negara atau masyarakat, maka perusahaan menetapkan sendiri tujuannya dan beroprasi sedemikian rupa untuk mencapai tujuannya itu.
Dari sudut pandang pertama pun kegiatan perusahaan dapat dibatasi, yakni ketika perusahaan merugikan kepentingan masyarakat. Tapi itu pun hanya sebatas tindakan legal. Secara lebih tegas itu berarti, berdasarkan pemahan mengenai status perusahaan diatas, jelas bahwa perusahaan tidak punya tanggung jawab moral dan sosial.
Pertama, karena perusahaan bukanlah moral person yang punya akal budi dan kemauan bebas dalam bertindak. Kedua, dalam kaitan dengan pandangan legal-recognition, perusahaan dibangun oleh orang atau kelompok orang tertentu untuk kepentingannya dan bukan untuk melayani kepentingan masyarakat. Karena itu, pada dasarnya perusahaan tidak punya tanggung jawab moral dan sosial.
Milton Friedman mengatakan bahwa suatu perusahaan adalah pribadi artifisial dan dalam pengertian ini mungkin saja mempunyai tanggung jawab artifisial. Tetapi bisnis secara keseluruhan tidak bisa dianggap mempunyai tanggung jawab.
Kedua, ada benarnya bahwa tanggung jawab moral dan sosial tidak bisa diwakilkan dan diwakili oleh orang lain. Tanggung jawab moral pada dasarnya bersifat pribadi dan tak tergantikan. Tanggung jawab moral dan sosial bersifat pribadi dan, karena itu hanya orang yang bersangkutan yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
Ketiga, dalam arti tertentu tanggung jawab legal tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab moral dan sosial. Pada tingkat operasional tanggung jawab sosial dan moral diwakili secara formal oleh staf manajemen. Karena seluruh keputusan dan kegiatan bisnis perusahaan ada ditangan manajer, maka pada tempatnya tanggung jawab sosial dan moral perusahaan juga dipikul oleh mereka.

3.      Lingkup Tanggung Jawab Sosial
     Pertama harus dikatakan bahwa tanggung jawab sosial menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas daripada terhadap kepentingan perusahaan belaka.
Dengan demikian, dengan konsep tanggung jawab sosial dan moral perusahaan mau dikatakan bahwa suatu perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan dari bisnisnya yang mempunyai mempunyai pengaruh atas orang-orang tertentu, masyarakat serta lingkungan tempat perusahaan tersebut beroperasi.

4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a. Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya
Argumen paling keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan adalah paham dasar bahwa tujuan utama, bahkan satu-satunya, dari kegiatan bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya.
b. Tujuan yang terbagi-bagi dan harapan yang membingungkan
Bahwa keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam-macam, yang pada akhirnya akan mengalihkan, bahkan mengacaukan perhatian para pimpinan perusahaan. Asumsinya, keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh konsentrasi pimpinan perusahaan, pada core business-nya.
c. Biaya keterlibatan sosial
Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah dianggap memberatkan masyarakat. Alasannya, biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusahaan itu byukan biaya yang disediakan oleh perusahaan itu, melainkan merupakan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
d. Kurangnya tenaga terampil di bidang kegiatan sosial
Argumen ini menegaskan kembali mitos bisnis amoral yang telah kita lihat di depan. Dengan argumen ini dikatakan bahwa para pemimpin perusahaan tidak professional dalam membuat pilihan dan keputusan moral. Asumsinya, keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial adalah kegiatan yang lebih bernuansa moral, karitatif dan sosial.

5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a. Kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah
Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan keuntungan. Ini tidak bisa disangkal. Namun dalam masyarakat yang semakin berubah, kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap bisnis pun ikut berubah. Karena itu, untuk bisa bertahan dan berhasil dalam persaingan bisnis modern yang ketat ini, para pelaku bisnis semakin menyadari bahwaa mereka tidak bisa begitu saja hanya memusatkan perhatian pada upaya mendatngkan keuntungan sebesar-besarnya.
b. Terbatasnya sumber daya alam
Argumen ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini mempunyai sumber daya alam yang terbatas. Bisnis justru berlangsung dalam kenyataan ini, dengan berupaya memanfaatkan secara bertanggung jawab dan bijaksana sumber daya yang terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia. Maka, bisnis diharapkan untuk tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam yang terbatas itu demi keuntungan ekonomis, melainkan juga ikut melakukan kegiatan sosial tertentu yang terutama bertujuan untuk memelihara sumber daya alam.
c. Lingkungan sosial yang lebih baik
Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu untuk masa yang panjang. Ini punya implikasi etis bahwa bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral dan sosial untuk memperbaiki lingkungan sosialnya kea rah yang lebih baik.
d. Pertimbangan tanggung jawab dan kekuasaan
Keterlibatan sosial khususnya, maupun tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu pengimbang bagi kekuasaan bisnis modern yang semakin raksasa dewasa ini. Alasannya, bisnis mempunyai kekuasaan sosial yang sangat besar.
e. Bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna
Argumen ini akan mengatakan bahwa bisnis atau perusahaan sesungguhnya mempunyai sumber daya yang sangat potensial dan berguna bagi masyarakat. Perusahaan tidak hanya punya dana, melainkan juga tenaga professional dalam segala bidang yang dapat dimanfaatkan atau dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat .
f. Keuntungan jangka panjang
Argumen ini akan menunjukkan bahwa bagi perusahaan, tanggung jawab sosial secara keseluruhan, termasuk keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan pengusaha itu dalam jangka panjang.

6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi. Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan dan ditentukan oleh strategi dari organisasi atau perusahaan itu.
Strategi umumnya menetapkan dan menggariskan arah yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya demi mencapai tujuan dan misi sesuai dengan nilai yang dianut perusahaan itu.

Sumber
 http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan
google

Jumat, 10 Oktober 2014

tugas individu bab IV

Nama : Izmi istiana
Npm   : 13211768
Kelas : 4ea18
Bab IV

1.Contoh kasus Norma Umum dalam bisnis
Kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN
a. Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.
2.Contoh kasus Etika-Etika Deontologi dan Etika Teologi
Suatu tindakan bisnis akan dinilai baik oleh etika deontology bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik bagi pelakunya melainkan karena tindakan itu sejalan dengan kewajiban si pelaku untuk misalnya menberikan pelayanan terbaik untuk semua konsumennya, untuk mengembalikan hutangnya sesuai dengan perjanjian untuk menawarkan barang dan jasa dengan mutu sebanding dengan harganya.
a. Contoh Kasus Etika Deontologi
Perusahaan tidak melaksanakan operasional perusahaan berdasarkan Standard Operational Procedure (SOP) yang berlaku maka perusahaan dikenai sanksi dari pemerintah.
b. Contoh Kasus Etika Teleologi
Monopoli di PT. PLN terbentuk secara tidak langsung dipengaruhi oleh Pasal 33 UUD 1945, dimana pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Maka PT. PLN dinilai etis bila ditinjau dari teori etika teleologi.
3.Contoh Kasus bisnis Amoral/Utilitarianisme
Dugaan penggelapan pajak yang dilakukan pihak perusahaan IM3 dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, dapat direstitusi atau ditarik kembali.Karena itu, IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar.
750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi. Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan dalam kasus tersebut. Pihak pemerintah dan DPR perlu segera membentuk tim auditor independen yang kompeten dan kredibel untuk melakukan audit investigatif atau audit forensik untuk membedah laporan keuangan dari 750 PMA yang tidak membayar pajak. Korporasi multinasional yang secara sengaja terbukti tidak memenuhi kewajiban ekonomi, hukum, dan sosialnya bisa dicabut izin operasinya dan dilarang beroperasi di negara berkembang.

Sumber :
http://asmoodie.blogspot.com/2013/10/kasus-kasus-arahan-dosen.html
tugas kelompok bab 3
Kelompok 1
Nama kelompok : Izmi Istiana 13211768
Putri Wulandari 15211676
Ulzpah Fauziah
Kelas : 4ea18

BAB II
ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

1. Etika Utilitarianisme
Utilitarianisme dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1784 – 1832). Dalam ajarannya Ultilitarianisme itu pada intinya adalah “ Bagaimana menilai baik atau buruknya kebijaksanaan sospol, ekonomi dan legal secara moral” (bagaimana menilai kebijakan public yang memberikan dampak baik bagi sebanyak mungkin orang secara moral).
Etika Ultilitarianisme, kebijaksanaan dan kegiatan bisnis sama – sama bersifat teologis. Artinya keduanya selalu mengacu pada tujuan dan mendasar pada baik atau buruknya suatu keputusan.
Keputusan Etis = Utilitarianisme
Keputusan Bisnis = Kebijakan Bisnis
Ada dua kemungkinan dalam menentukan kebijakaan publik yaitu kemungkinan diterima oleh sebagian kalangan atau menerima kutukan dari sekelompok orang atas ketidaksukaan atas kebijakan yang dibuat.

2. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Dalam kerangka etika utilitarianisme dapat dirumuskan 3 kriteria objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijaksanaan atau tindakan.
– Kriteria pertama adalah manfaat, yaitu nahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Jadi, kebijaksanaan atau tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik. Sebaliknya, kebijaksaaan atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan kerugian tertentu.
- Kriteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahea kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar) dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya. Kalau yang dipertimbangkan adalah soal akibat baik dan akibat buruk dari
suatu kebijaksanaan atau tindaka, maka suatu kebijaksanaan atau tindakan dinilai baik secara moral kalau mendatangkan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugian. Atau dalam situasi tertentu ketika kerugian tidak bisa dihindari, dapat dikatakan bahwa tindakan yang baik adalah tindakan yang menimbulkan kerugian terkecil (termasuk bila dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan oleh kebijaksanaan atau tindakan alternatif).
- Kriteria ketiga berupa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. Jadi, suatu kebijaksaan atau tindakan dinilai baik secara moral kalau tidak hanya mendatangkan manfaat terbesar, melainkan kalau mendatangkan manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. Sebaliknya, kalau ternyata suatu
kebijaksanaan atau tindakan tidak bisa mengelak dari kerugian, maka kebijaksanaan atau tindakan itu dinilai baik kalau membawa kerugian yang  sekecil mungkin bagi sesedikit mungkin orang.
Kriteria yang sekaligus menjadi pegangan objektif etik utilitarianisme adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. Atau suatu kebijaksanaan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut etik  utilitarianisme adalah kebijaksanaan atau tindaka yang membawa manfaat terbesar  bagi sebanyak mungkin orang atau sebaliknya membawa akibat merugikan yang terkecil mungkin bagi sesedikit mungkin orang.

3. Nilai Positif Etika Utilitarianisme
Pertama, dalam menjalankan suatu bisnis faktor – faktor yang harus dilihat pertama kali adalah pelaku bisnis haruslah rasionalitas agar bisnis yang dijalankan tidak menimbulkan suatu masalah yang besar.
Kedua, utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap perilaku moral.
Ketiga, nilai positif yang terkandung dalam etika utilitarianisme bersifat menyuluruh (universal) dan berlaku oleh siapa pun, kapan pun, dan dimana pun pelku bisnis itu berada.

4. Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian
Pertama, etika utilitarianisme digunakan sebagai proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak terhadap suatu pemecahan masalah.
Kedua, etika utilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan.

5. Analisis keuntungan dan kerugian dalam kerangka Etika bisnis:
Pertama, keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yg dianalisis tidak dipusatkan pd keuntungan dan kerugian perusahaan.
Kedua, analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dlm kerangka uang.
Ketiga, analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang
Langkah konkret yang perlu diambil dalam membuat kebijaksanaan bisnis , berkaitan dengan Analisis keuntungan dan kerugian :
Mengumpulkan dan mempertimbangkan alternatif kebijaksanaan dan kegiatan bisnis sebanyak-banyaknya.
Seluruh alternatif pilihan dalam analisis keuntungan dan kerugian, dinilai berdasarkan keuntungan yg menyangkut aspek-aspek moral.
Analisis Neraca keuntungan dan kerugian perlu dipertimbangkan dalam kerangka jk panjang.

6. Kelemahan Etika Utilitarianisme :
Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit
Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dg akibatnya.
Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.
Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya
Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas
sumber:

http://rinaeka12.blogspot.com/2009/11/etika-utilitarianisme.html

http://dennis-cesar.blogspot.com/2010/04/21-bab-v-etika-utilitarianisme-pertama.html

http://100persengila.blogspot.com/2010/12/etika-utilitarianisme-dalam-bisnis.html

http://julianarify.blogspot.com/2011/01/etika-utilitarianisme-dalam-bisnis.html
Tugas kelompok bab 2
kelompok 1
Nama kelompok : Izmi Istiana 13211768
Putri Wulandari 15211676
Ulzpah Fauziah
Kelas : 4ea18

BAB II
BISNIS DAN ETIKA

A. Mitos Bisnis Amoral
Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Etika justru bertenatangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tiak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral.
Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat. Tidak sepenuhnya benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi ) Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas. Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.
Pemberitaan, surat pembaca, dan berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana untuk mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, atau mengecam kegiatan bisnis yang tidak baik, menunjukkan bahwa masih banyak orang dan kelompok masyarakat menghe ndaki agar bisnis dijalankan secara baik dan tetap mengindahkan norma-norma moral.

B.Keutamaan Etika Bisnis
• Dalam bisnis modern, para pelaku bisnisdituntut untuk menjadi orang-orang profesionaldi bidangnyaPerusahaan yang unggul bukan hanya memilikikinerja dalam bisnis,manajerial dan finansialyang baik akan tetapi juga kinerja etis dan etosbisnis yang baik.
• Dalam persaingan bisnis yang sangatketat,maka konsumen benar-benar rajaKepercayaan konsumen dijaga denganmemperlihatkan citra bisnis yang baik dan etis.
• Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin kepentingan dan hak bagi semua pihak, maka perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis.
• Perusahaan modern sangat menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang harus dieksploitasi demi mendapat keuntungan

C.Sasaran dan lingkup Etika Bisnis
Tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis:
- Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis.
- Untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh atau karyawan, dan masyarakat luas pemilik asset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar atau praktek bisnis siapa pun juga.
- Etika bisnis juga membicarakan mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis.

D. Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Beberapa prinsip umum dalam etika bisnis antara lain:
a. Prinsip Otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
b. Prinsp Kejujuran
Prinsip ini merupakan prinsip paling problematic karena masih banyak pelaku bisnis yang mendasarkan kegiatan bisnisnya pada tipu-menipu atau tindakan curang.
c. Prinsip Keadilan
Yaitu menuntut setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
d. Prinsip Saling Menguntungkan
Yaitu menuntut agar setiap bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
e. Prinsip Integritas Moral
Yaitu dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaan.

E. Etos Kerja
Etos kerja adalah respon yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau masyarakat terhadap kehidupan sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Setiap keyakinan mempunyai sistem nilai dan setiap orang yang menerima keyakinan tertentu berusaha untuk bertindak sesuai dengan keyakinannya.

F. Realisasi Moral Bisnis
Tiga pandangan yang dianut, yaitu:
a. Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.
b. Norma sendirilah yang paling benar dan tepat.
c. Tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali.

G.Pendekatan-pendekatan Stocholder
a. Kelompok primer
Yaitu pemilik modal, saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan.
b. Kelompok Sekunder
Yaitu pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok social, media massa, kelompok pendukung, dan masyarakat.

Minggu, 28 September 2014

TEORI PENGERTIAN ETIKA BISNIS DAN BISNIS SEBUAH PROFESI ETIS

Nama : Izmi istiana
Kelas   : 4EA18
NPM   : 13211768


I. PENGERTIAN ETIKA BISNIS
Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

II.NORMA UMUM
Norma-norma Umum lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.

Norma Sopan santun
Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari. Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata karma.

Norma Hukum
Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Norma hukum ini mencerminkan harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik.

Norma Moral
Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

III. TEORI ETIKA DEONOTOLOGI
( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan.
Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan.

IV. TEORI ETIKA TELEOLOGI
Etika Teleologi berasal dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Dua aliran etika teleologi :

Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri

Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

 BISNIS SEBUAH PROFESI ETIS

V. ETIKA TERAPAN
Secara umum kita dapat membagi etika menjadi etika umum dan etika khusus. Etika umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normative, dan semacamnya. Etika umum sebagai ilmu atau filsafat moral dapat dianggap sebagai etika teoritis, kendati istilah ini sesungguhnya tidak teat karena bagaimanapun juga etika selalu berkaitan dengan perilaku dan kondisi praktis dan actual dari manusia dalam kehidupannya sehari-hari dan tidak hanya semata-mata bersifat teoritis.
Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Dalam hal ini, norma dan prinsip moral diteropongi dalam konteks kekhususan bidang kehidupan manusia yang khusus tertentu. Dengan kata lain, etika sebagai refleksi kritis rasional meneropongi dan merefleksi kehidupan manusia dengan mendasarkan diri kepada norma dan nilai moral yang ada disatu pihak dan situasi khusus dari bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan setiap orang atau kelompok orang dalam suatu masyarakat. Dalam hal ini etika tidak lagi sekedar meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia begitu saja, melainkan meneropong perilaku dan kehidupan manusia sebagai manusia dalam bidang kehidupan dan egiatan khusus tertentu. Etika khusus dibagi lagi menjadi tiga, yaitu etiak individual, etika sosial, dan etika lingkungan hidup.

VI. ETIKA PROFESI
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.Etika merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi dalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah.

VII. MENUJU BISNIS SEBAGAI PROFESI LUHUR
Berdasarkan pengertian profesi yang menekankan pada keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta komitmen moral yang mendalam, maka jelas kiranya bahwa pekerjaan yang kotor tidak akan disebut sebagai profesi. Karena itu sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kendati kata profesi, professional, dan profesionalisme sering begitu diobaral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun pihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya sebagai sebuah profesi dalam pengertiannya sebagaimana kita jelaskan diatas. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi punya komitmen morak yang mendalam. Karena itu, bukan tiddak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah professi dalam pengertiannya yang sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.

Referensi :
http://gatotbukankaca.weebly.com/etika-bisnis-1.html http://ahmadrohimi.blogspot.com/2010/12/teori-teori-etika-bisnis.html

Jumat, 16 Mei 2014

cerpen

AKU, KEKE, DAN SAHABATKU



Blaaaaaarrrrrrrr... Kuda besi gue pun berjalan dengan gagahnya. Pagi pukul 10 gue abel dan si kuda besi gue pun menuju perjalan yang cukup jauh (Bekasi-Bogor). Kurelakan perjalan jauh itu gu tempuh dengan penuh kegembiraan dan semangat.



Satu setengah jam perjalan gue tempuh. Sesampainya disana gue bertemu dengan seorang gadis pujaan gue. Si cantik Margaretha Aisyah telah menyambutku di depan pager rumahnya dengn penuh senyuman indah. Alhasil jarak tempuhku pun serasa hanya sejengkal...hahaha...

"pagiii mooon.... kucel bangeet mukanyaaa, cape ya? yukyuk masuk"

"pagiii keee...kucel? tapi sukaa kaan?hahahaha"

Sapaan indah penuh canda di awal pagi pun telah ku dengar dan membuat semuanya terasa sangat indah. Mon adalah panggilan manjanya untukku dan keke adalah panggilan manjaku untuknya. Hari ini dia sedang pusing mengnai Tugas akhir kampusnya.



Detiiik...Meniit..Jam...pun berlalu tanpa terasa. Banyak hal-hal seru yang kita lakukan bersama apabila sedang bertemu. Sore tiba kita bermain basket dilapangan deket rumahnya..

"Bisaaa maen basket gak sii mon?? Segitu doang lo bisanya?"

"hahaha lo aj gak ada yang masuk daritadi, jangan sok-sok komentar yee.."

Bola pun terlempar olehnya dan dengan sengaja nya dia nelempar kekepala gue...

"Asliiiiii minta dihajaarrrr"

"beraniii hajar gue? (dengan muka sok sinis sinis manja)"

larii lariaaan lah kita mengitari lapangaan... Sampai pada akhirnya dia capee dan gue peluk dia dari belakang.

"kenaaa lo jeleek"

"kaaan bisa banget nangkepnya pake peluk segala"

"hahahahaha lagian rese (sambil elus kepalanya)"

"bosen mainn basket, yuk maen sepeda"

dan akhirnya kita pun main sepeda, jajan jajan makan sd sambil ketawa ketawa inget masa masa kecil dulu. Terus jalalan jalan mencari spot yang lucu buat foto-foto. Karena momen moment kayak sekarang ini adalah momen terbaik yang bakal jadi cerita keren banget kelak.



Sore pun makin menjadi menuju malam.

"pulang yuk mon udah mau maghrib"

"yuuuukkkkk, lapeeeeeerrrrr"

"ayuk pulang , aku mamu bikinin kamu sesuatu"

Sesampainya dirumah, lekaslah kami bersih bersih karena kucelnya kami. Menunggu dia bersih bersih, Gue ngobrol hangat sama papa nya. Sampai pada akhirnya dia pun selesai bersih bersih.

"sholat dulu mon udah maghrib, kamu imamin aku ya"

"iyelaaah masa iman cewe"

"iya aku tau, bukan imam didalem sholat aja ya..mudah2aan jadi imam buat hidup aku'

"kaaaan kekee kaaan, kamu lagi kenapa sayang? gombalin aku terus"

"lagi pengen aja"

Sambil menuju tempat wudhu pun gue sambil berfikir didalam hati (tumben anak ini beda banget hari ini). Tapi terlepas dari semua itu tanpa ada rasa curiga apapun gue hanya bisa merasa sangat senang.

Seselesai nya kami sholat, dia pun menepati janjinya untuk membuat kan sesuatu.. Lekas dia pergi ke dapur dan meminta gue buat menunggu di depan televisi sambil dia menyiapkan semuanya. Sambil asik menonton acara televisi dia pun datang dengan segelas besar minuman. Yeaaah... Milkmix adalah minuman susu ala dia yang menjadi minuman favourite kita.

"Milkmix spesial buat mon aku yang capeee (sambil senyum manja)"

"makasiih cantiik...loveyou"

dan tanpa membalas kata kata sayang itu dia hanya memberi minuman itu dan pelukan manja sambil lanjut ngobrol dan menonton televisi.

Sempat terlintas dan berfikir , walaupun dia sangat manja hari ini dan sangat membuat gue bahagia. Tapi kayaknya ada sedikit hal yang hilang darinya entah apapun itu. Semakin gue berfikir aneh tentang apa yang hilang itu, semakin dia mengalihkan semuanya dengan manjanya dan sifat sifat kesukaan gue yang sering dia lakukan sama gue. Alhasil pemikiran aneh itu pun serentak hilang aja karena melihat sikapnya sama gue.

Waktu terus berjalan... Cerita lucu, cerita makanan, cerita baju, cerita motor, semua pembahasan bisa menjadi suatu pembahasan yang sangat seru bagi kami. Kami bercerita degan ala kami , itulah yang membuat semuanya menjadi sangat seru.

"keeee...kamu bilang pusing sama Tugas Akhir? Ini kita daritadi gak ngebahas apa-sama sama TA kamu?"

"memang ya? memang aku ada TA ya? oh iya lupa.. nanti aja lah mon masih ada esok hari kan"

"hmmmm yang begini nih kapan mau lulusnya??"

"gpp lah agak lama buat TA nya asal selalu ada kamu temenin aku buat selesain semuanya. Kan aku udah janji sma kamu sama keluarga aku kalo aku harus lulus tahun ini'

"oke cantiiik , insya allah aku slalu ada terus buat kamu..Selama aku bisa"

"maksiiih ya mooon, sayang kamu"

"sayang kamu cantiikkk"

Satu hari pun terasa sangat kurang kalu kita lalui bersama. Pada akhirnya gue harus pulang karena sudah larut. Dan satu hal yang gak pernah lepas perhatiannya dari dia adalah memastikan gue sampe rumah dengan selamat. Setelah gue sampe rumah dia baru bisa tidur dengan nyenyak



Hari-hari terus berjalan sperti biasanya. Gak pernah ada kata bosan untuk menjalankan kehidupan bersamanya. Semangat menjalani hidup dan menjalani hari-hari sangat jelas gue rasakan karen ada dia dan keluarga gue sebagai penyemangat utama. Dan gue pun menjadi lebih produktif buat melakukan hal-hal yang berguna.



Suatu saat gue ada sebuah kewajiban dimana gue harus pergi keluar kota dengan waktu kurang lebih 1 sampai 2 bulan disana. Dan gue harus meninggalkan hari-hari indah gue dengan dia khususnya untuk sementara. Gue minta izin sama orang tua dan mau pamitan sama dia. Pada waktu akhir peka gue main kerumahnya dan sekalian untuk pamit.

"aku pamit ya kee besok pagi mau keluar kota"

"iya mon aku titip kepercayaan aku sama kamu ya"

"insya allah aku jaga baik-baik semuanya semampu aku, percaya aku ya"

Tanpa banyak kata kata dia hanya terus memeluk manja sambil bersandar kepalanya di pundak gue. Sempat berfikir agal berat buat jalanin semua. Tapi apapun itu, gue disana demi mengejar cita-cita intinya. Dan akhirnya gue pamit, dia tetap hanya bersikap memandangi gue dengan teduh seolah olah gue gak akan ketemu sama dia lagi.

"heii keee... kamu kenapa? aku gak lama disana dan aku berusaha gak macem macem disana kok"

Dia lagi dan lagi hanya memandangi gue dengan senyuman sambil berkata

"gue bakal kangen lo banget mon sumpah demi apapun"

Sambil berkata kata mata dia pun berkaca kaca....

"heeiii keee jangan gitu , nanti akunya berat buat pergi kesana, nanti akunya gak bisa fokus disana"

dan pada akhirnya cerita ftv pun terjadi sama gue.... Dia nangis sambil peluk erat gue. Semua terlihat seperti dia berat banget buat gue pergi kesana. Tapi jujur dalam hati keci gue berkata ada hal lain yang ngebuat dia sampai segininya banget. Oke gue harus pulang dan packing buat keberangkatan besok pagi. Dia pun udah agak tenang dan mengizinkan gue untuk pulang. Huffff .... Lumayan dramatis buat gue malem itu dan membuat gue semakin banyak hal yang gue fikirin tentang semua kisah gue sama dia.



Sesampainya disana gue hanya memikirkan bagaimana disana gue bisa sukses, tentu dengan penyemangat jarak jauh gue. Gue jalani hari-hari dengan penuh semangat dengan penuh keceriaan dan dengan penuh dedikasi. Seminggu pertama gue lewati tanpa masalah. Hanya haru membiasakan diri dengan keadaan yang sekarang dimana gue jarak jauh dengan dia. Harus banyak banyak menahan godaan, walaupun dia jauh tapi gue gak pernah mau yang namanya menyia nyiakan kepercayaan. Komunikasi gue sama dia berjalan sangat baik dengan penuh penyesuaian.

3 minggu berjalan, ternya waktu menjawab. Konsistensi komunikasi gue sama dia mulai berkurang. Wajar, yang selalu ngabarin bagi gue akan kalah dengan yang selalu ada. Tanpa disengaja komunikasi kita mulai rada sedikit tidak begitu intens. Rada takut gue tapi mau bagaimana ? semua udah gue jalanin sebisa gue tanpa ada rasa sedikit put untuk berubah sama dia.

Ternyata 3 minggu lebih 3 hari gue udah bisa pulang. Apa yang udah menjadi kewajiban gue disana sudah selesai. So? ini adalah ahal yang paling gue tunggu tunggu. Langsung lah gue kasih kabar ke dia bahwa gue gak lama lagi bisa pulang. Didalam fikiran gue adalah gue pengen cepet cepet ketemu dia dan ngelakuin hal hal seru bareng lagi tanpa mengingat waktu. Jujur kangen banget momen momen itu.

Gue lsg tlp dia dan langsung mengabarkan hal ini, Tapi? jawaban telepon dari dia adalah jawaban yang sangat gak pernah terbayang dari gue. Dia senang, tapi gue tau dia gak seperti itu biasanya untuk mengungkap kan kesenangannya. Viks gue makin kepikiran.... Ada Apa Ini???



Ada satu hal yang mungkin gak akan semuanya sangka. Gue sama dia, belum pernah menyatakan buat jalanin semua bareng atau dengan kata lain kita belum j a d i a n. Siapapun yang melihat hubungan kita dapat dipastikan bahwa yang melihat kita akan berfikir kalo kita ini pacaran.

Banyak hal yang sudah bisa membuat gue yakin bahwa dia cepat atau lambat akan jadi pasangan buat gue. Kita sering banget yang namanya berkhayal kalo kita sudah berumah tangga kelak. Sering banget membahas akan hal itu. Bagi gue apa lagi? apalagi alasan buat gue gak bisa sama dia? itu pemikiran gue. Tapi Tuhan dan kenyataan berkata lain.



Singkat cerita, ada seorang sahabat gue yang keke pun juga kenal baik sama sahabat gue ini. Memang kita bertiga sahabatan. Keseruan keseruan yang sering gue jalanin , tidak terlepas dari sosok sahabat gue ini juga. Dia juga sering seru seruan bareng kita, dan sering banget. Bahkan sahabat gue ini sngaat mendukung dan terus membantu semangatin gue buat gue akan hidup bersama sama kelak dengan si keke ini. Dia sangat setuju dan ikut berusaha bagaimanapun caranya biar gue sudah sama keke saja.

Tapi mungkin entah karena kita bertiga sudah saling percaya satu sama lain ataupun guenya yang terlalu percayaan. Sehingga ada sebuah hal yang tanpa gue sadari bisa berakibat fatal. Gue sering minta tolong sama sahabat gue ini untuk jemput keke disaat gue gak bisa, temenin keke disaat gue blm dateng, dan banyak hal lainnya. Gue gak pernah tau dan gue jg gak pernah berfikir macem macem disaat sahabat gue ini melakuakan hal apa yang gue suruh. Tapi?



Sepulang gue dari luar kota. Gue ketemu keke dengan hati yang sangat kangen yang namanya kangen se kangen kangennya. Gue sangat antusisa bergembira sekali bisa ketemu dia lagi. Gue cerita mengenai kehidupan baru gue disana, apa aja yang seru disana, apa aja yang gue lakuin disana... Banyaak deh yang gue ceritain. Tapi seketika gue tersadar, dari awal ketemu dia lagi.. Gak banyak kata-kata keluar dari dia, gak ada keseruan yang dia lakukan, gak ada aura dia yang gue kenal selama ini. DIA BEDA, DIA BERUBAH, DIA DINGIN.... Dan jujur gue sedih banget.

Dia hanya diam ketika gue tanya KENAPA?. Hanya menangis pelan yang bisa dia lakukan selama gue bertanya. Sumpah gak enak banget perasaan gue, dan sumpah ini keadaan yang bikin gue makin berfikir jauh dan jauuh.

Tangisan dia pun terhenti dan dia pun mulai agak tenang. Perlahan di mencoba buat ngomong...

"Mon.... Gak banyak kata yang bisa aku katakan sekarang... Cuma maaf"

Seketika gue potong omongannya

"maaf kenapa kee, maaf buat apa?? jawab dgn jujur sekarang !"

"Dengerin aku ya dengerin baik baik banget. Sesungguhnya kamu adalah cowo yang gak ada istilahnya sedikitpun pantasnya buat disakitin ataupun buat dibohongin."

Makiin berdetak cepat jantung gue menunggu apa yang akan dia bilang

"Terserah kamu mau hukum aku kayak apa terserah kamu mau anggep aku apa dan terserah kamu mau menilai bagaimana... aku... sudah..jadian...sama..sahabat...kamu...."

Tersontak badan gue sperti dikasih obat mati yang dimana gue kaget sekaget kagetnya dan cuma bisa bisa diam sambiil teruuus berfikir APA BENAR? APA BENAR? .... Dan gue coba berontak dalam diri gue dan yakinin bahwa semua ini hanya MIMPI...

tapi percuma ... ini kenyataan ini adalah feeling gue yg selama ini mengganjal dalam otak gue. Ini semua jawaban ketidak tenangan gue.

Setelah ngomong itu keke cuma bisa nangis kejer dan lari kekamarnya sambil mengunci pintunya. Gue bisa apa? marah marah? ngamuk? ... Sebenernya bisa aja karena secara gak langsung sahabat gue udah secara tidak hormat mengambil jalan gue. Ibu dari keke ternyata udah tau semua jg, dia cuma bisa bilang sabar ke gue. Dengan mencoba untuk ikhlas gue pamit gitu aja. Gue pamit dari rumah itu, gue pamit dari kebahagiaan gue, gue pamit dari penyemangat hidup gue, dan gue pamit cita cita indah gue bersama dia. Gak ada lagi yang harus gue seselin, semua udah terjadi . Air mata penyesalan pun gak akan buat keke kembali. Semua udah ada jalannya dari allah. Berusaha ikhlas, cuma itu yang patut gue lakuin. Dan pada akhirnya gue tetap sahabatan sma sahabat gue. Dan sudah memaafkan semua nya, walau tak ingin lagi gue melihat keke. Gue maklumi ketidaksabaran keke menunggu bejana cinta yang gue tinggal sesaat. Sudahlaah.. Lupakanlah... Live must go on. Mungkin dengan dia keke bisa bahagia, belum tentu sama gue keke bisa bahagia. Memang terlihat agak suci gue , tapi itulah yang gue lakukan sampai detik ini :) .



THE END

Minggu, 20 April 2014



ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN SOTO WONOGIRI

BABI
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Perkembangan dunia usaha di era globalisasi saat ini semakin pesat dan ketat dalam hal persaingan bisnis, sehingga perusahaan  dituntut untuk melakukan persaingan guna merebut dan menguasai pangsa pasar dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Dunia bisnis diibaratkan seperti medan pertempuran, memasuki dunia bisnis berarti terjun ke dalam medan perang, sehingga kemenangan perang dalam dunia bisnis adalah keberhasilan meraih pangsa pasar.
Pada saat ini bisnis Rumah Makan soto  sudah banyak ditemui diberbagai daerah, oleh karena itu dalam menghadapi situasi persaingan yang semakin ketat dan kondisi sosisal yang terus berubah, menuntut setiap pemilik usaha Rumah Makan soto selalu tanggap dan menyesuaikan diri dalam menghadapi persaingan. Mereka saling bersaing untuk menjadi yang terbaik, mereka berusaha memberikan pelayanan yang terbaik agar selalu mendapatkan kepercayaan konsumen dan selalu menghasilkan produk yang sesuai selera dan kebutuhan konsumen serta dengan kualitas yang terbaik.
Dewasa ini usaha yang bergerak dalam bentuk Rumah Makan khususnya yang menyediakan Soto berkembang di kota Bekasi. Akibatnya terjadi persaingan usaha antar Rumah Makan Soto yang ketat, karena masyarakat sebagai konsumen mempunyai pilihan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan akan penyediaan dan pelayanan .Dengan adanya situasi dan kondisi persaingan yang semakin ketat antar Rumah Makan soto , pemilik/ pengelola usaha tidak saja harus mampu menjual produk dan jasanya, tetapi juga harus mempunyai kemampuan untuk memasarkan usahanya, sehingga jumlah konsumen tidak menurun tetapi semakin meningkat.
Perbedaan daerah, ketersedian bahan, dan pengaruh budaya membuat soto Nusantara memiliki cirri khas tersendiri.Nama soto Wonogori mewakili asal daerahnya. Berbeda dengan soto pada umumnya, soto Wonogiri biasanya disajikan di dengan mangkok kecil , soto Wonogiri berciri khas kuah bening kecoklatan , dan di tambah taburan kentang goreng dan memperkaya citarasa soto. Mesti sama dengan soto ayam umumnya memakai daging ayam dan diberi taburan bawang goreng.
Pemilik/pengelola Rumah Makan soto harus dapat memahami selera dan perilaku masyarakat yang menjadi konsumen, selain itu mengetahui situasi dan kondisi internal perusahaannya, sehingga dapat merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk tetap mempertahankan tingkat permintaan konsumen pada tingkat yang dapat memaksimalkan keuntungan.
Rumah Makan soto Wonogiri yang dimiliki dan dikelola oleh Ibu wati, berlokasi terletak Jalan Bojong  Sari Cantik no.12 Bekasi Timur, adalah satu tempat  yang menyediakan  Soto dan menu lainnya dan baru saja berdiri tahun 2009.
Meskipun banyak bermunculan pesaing-pesaing baru, Rumah Makan soto Wonogiri masih tetap dapat eksis dalam kondisi persaingan antar café yang menyediakan berbagai soto saat ini. Namun demikian, menurut Ibu Wati rata-rata jumlah konsumen yang mengkonsumsi produk dan jasanya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Ibu Wati mempunyai harapan agar jumlah konsumen yang mengkonsumsi produk dan jasanya tidak semakin menurun, tetapi mengalami pertambahan dalam penjualan sehingga dapat meningkatkan laba usaha rumah makannya.
Untuk menarik minat masyarakat datang dan mengkonsumsi produk danjasanya, Rumah Makan soto Wonogiri merencanakan menerapkan strategi pemasaran yang tepat,yang didasarkan atas analisa konsumen dan analisa situasi dan kondisi internal-eksternal perusahaan. Oleh karena itu penulis tertarik mengambil judul “ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN SOTO WONOGIRI”.

1.2. Rumusan Masalah Dan Batasan Masalah

1.2.1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penulis ingin meneliti: Strategi pemasaran apa yang perlu dilakukan Rumah Makan soto Wonogiri agar dapat tetap bertahan dalam persaingan ?

1.2.2. Batasan Masalah

            Dalam hal ini penulis membatasi masalah mengenai strategi pemasaran yang dilakukan oleh Rumah Makan Soto Wonogiri dengan menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix) yang dilakukan pada bulan Maret 2014. Untuk analisis internal dan eksternal menggunakan analisi SWOT. Analisis ini digunakan untuk menjelaskan posisi Rumah Makan Soto Wonogiri di lingkungan sekitarnya.

1.3.  Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah:
1.      Strategi pemasaran apa yang perlu di lakukan Rumah makan soto Wonogiri agar dapat tetap bertahan dalam persaingan ?

1.4. Manfaat Penelitian

1.      Bagi Penulis
Untuk menambah wawasan berpikir tentang strategi pemasaran di dalam menjalankan bisnis Rumah Makan.
2.      Bagi Rumah Makan soto Wonogiri
Membantu Rumah Makan soto Wonogiri dengan memberikan informasi dan sumbangan pemikiran mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan Rumah Makan soto Wonogiri dalam menjalankan usahanya.
3.      Bagi Pembaca
Sebagai tambahan informasi dan referensi bacaan bagi pembaca

BAB II

2.1 Teori Yang Digunakan

Analisis SWOT
1.      Analisis lingkungan internal
Yang termasuk kedalam internal adalah :
a.       Analisis kekuatan
b.      Analisis kelemahan
2.      Analisis lingkungan eksternal
a.       Analisis peluang
b.      Analisis Ancaman


BAB III

3.1  Metode Yang Digunakan

Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, yang menganalisis mengenai kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity), dan ancaman (threat) yang terjadi di Rumah Makan Soto Wonogiri

3.2  Teknik-Teknik Pengumpukan Data


            Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data dengan cara :
1.      Studi lapangan
·         Wawancara
Suatu metode pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara langsung dengan Ibu Wati selaku pemilik.
·         Studi Lapangan
Pengumpulan data secara langsung yang dilakukan pada obyekpenelitian sebagai data primer, Pada pengumpulan data ini penulis akan terjun secara langsung ke Rumah Makan Soto Wonogiri.

2.      Studi Pustaka
Studi kepustakaan ini dimaksudkan sebagai daftar penelitian dalam pembuatan analisis teori. Oleh karena itu penulis juga mencari pendapat dari orang - orang yang pernah diuji dan diakui kebenarannya yang ada hubungannya dengan pembahasan karya tulis ini. Studi pustaka ini perlu dilakukan dengan pertimbangan bahwa studi pustaka dapat menjadi jembatan yang ada di lapangan sehingga dapat membantu penulis memperoleh pendalaman yang lebih terhadap obyek yang diteliti.